Rabu, 12 Desember 2012

Gagal Muncak





Kalau baca judulnya kasian banget ya hehee. Ya kali ini aku gagal sampai puncak, puncak ungaran malu maluin gak hehhee. Tapi intinya bukan itu, tapi cerita yang mengiringinya hahahay.

Kami mempunyai program  kerja, yang salah satu acaranya mendaki gunung Ungaran lewat Medini. Sebelum pendakian ini malamnya kami mengadakan kegiatan di sini (Medini). Maklum yang namanya panitia konsekuensinya pasti gak tidur semalaman ya toh. Tenaga sudah terkuras, pikiran sudah terkuras, semuanya terkuras ras ras hehheee ( lebay ).

Paginya Pendakian di mulai. Kesalahan ku di sini tidak melakukan pemanasan sebelumnya, ditambah tenaga diforsir didepan. Perjalanan dari Medini – Perumasan awalnya enteng tapi lama kelamaan terasa berat dan semakin berat.  Sampai di Perumasan kami langsung memutuskan lanjut dan tidak beristirahat dulu.
Alhasil udah ketebak, sebenarnya lebih mendasar pada beban pikiran yang menambah perjalanan ini terasa berat bukan soal jalur atau apa.
Awalnya kaki ini terasa kram, di pijat sama temanku dan membuat seluruh tubuhku terasa tertaik, sakit banget.Kata yang nolongin sih, aku sempat sesak napas juga. Baru kali ini aku naik gunung sampai kaya gitu. Kalau di tanya aku kenapa, aku juga gak tau soalnya itu emang yang pertama.


Gara gara nolongin aku 7 orang gak  jadi muncak; mas anam, mb’yuni, mb’mas,mas adit,mas alam, mas andri dan mas janu. Padahal mas Alam dan mas Janu jauh juah dari kalimantan pengen ikut kegiatan kami ini ( maafin aku mas). Mas Andri bilang “ Pendakian itu tujuannya bukan hanya puncak” (aku jadi terharu ). Terimakasih buat mereka semua karena telah menemani ku dan merawatku.

Ini yang aku suka ketika naik gunung. Naik gunung membuat kita semakin solid dan mensyukuri nikmat Tuhan. Gunung juga mampu memperlihatkan siapa kita yang sebenarnya.

Sebenarnya nperjalanan turun juga agak berat melihat kondisi kakiku yang udah sakit tadi. Namun semuanya terasa ringan karena mereka menemaniku. Terkadang mereka juga melontarkan banyolan     banyolan yang bikin ketawa, waktu lama jadi tak terasa. Ahirnya kami sampai di Mawar, dan bersiap kembali ke kampus. Perjalanan ini akan senantiasa ku ingat, karena memberiku ilmu kehidupan.