Senin, 08 April 2013

Tentang sebuah Nama Rimba





Nama rimba adalah sebuah nama yang dimiliki hampir semua anak pecinta alam. Yang jelas gak ada nama yang bagus dikamus besar nama rimba, kalo gak aneh ya bukan nama rimba namanya.


Gak segampang membalikkan tangan untuk mendapatkan nama rimba, ibarat seorang anak yang lahir kedunia yang harus ngejongkrok 9 bulan 10 hari dulu di dalam perut ibu dan ahirnya lahir kedunia dan di anugrai nama oleh kedua orang tua. Nama rimba pun kayak gitu, kita musti ikuan pendidikan dasar pecinta alam yang waktunya udah di tentuin sama panitia baru ketika kita di anggap layak untuk mendapat sebuah nama mereka akan memberikannya kepada kita, dan itu juga menjadikan arti bahwa kita telah menjadi sebuah bagian di antara mereka.


Aku sendiri orang tua ngasih aku nama Lili Vebriana Ichsan dan di sini anak anak manggil aku “balsem”, sebuah nama yang gak keren sama sekali. Coba bayangin kalo gak di panggil Bal ya dipanggil Sem, beneran gak ada kerennya kan. Tapi anehnya aku suka di panggil itu, emang pertama terdengar asing dan ganjal tapi lama kelamaan biasa. Perjuangan berat juga untuk mendapatkan nama itu so aku gak keberatan kalo anak anak panggil aku Sem.

Ada berbagai nama rimba yang lebih aneh dan jorong lagi di kamus nama rimba. Sempak nama aslinya suminto, kasian banget tu anak dapet nama kayak gitu hehhe. Ada juga Kimpet ( bagi anak semarang yang tau artinya itu jorog banget ). Ada Dancuk yang merupakan kata kata umpatan ketika seseorang sedang jengkel. Dan beberapa nama rimba lain yang di ambilkan dari nama binatang seperti Gudel, Cacing, Unto dan masih banyak yang lainnya.

Seseorang memiliki alasan yang berbeda beda kenapa mereka mendapatkan nama itu. Kenapa aku mendapatkan nama Balsem karena aku sendiri selalu membawa balsem selama aku menjalankan pendidikan dasar, selain itu senior punya harapan agar aku yang menjadi penyembuh di angkatan ku. Begitu juga dengan seniorku yang mendapat nama Kondom, kalo di denger namanya jorok banget tapi ada alasan istimewa kenapa di mendapatkan nama itu. Kondom di anggap paling mumpuni di angkatannya dan dia di anggap paling melindungi anggkatannya seperti kondom yang melindungi maka dari itu dia dapet nama kondom.

Tidak semua pecinta alam memakai nama rimba, bahkan terkadang mereka melupakan nama rimba mereka sendiri. Dari beberapa teman yang aku tanyai, sebenarnya mereka mempunyi nama rimba juga tapi mereka tak pernah memaki nama itu. Terbesit dalam benakku “ sayang banget udah susah susah dapetin tapi gak kepake” tapi semua itu kembali ke pribadi masing masing.

Ada beberapa yang beralasan kalo pake nama rimba trus suatu saat ada apa apa dalam artian harus setor nama ke suatu instansi gak mungkin kan pake nama Sempak Kondom Dancuk atau yang lainnya. Ya saya cukup menerima logika itu. Dan menurut saya nama rimba jadiin asik asikan aja, mumpung masih kuliah masih bisa pake nama itu kalo udah kerja kan gak bisa hehee.

Tulisan ini aku tulis buat ngejawab kenapa mapala ada nama rimba, toh gak semua mapala make nama rimba. Kalo penasaran sama arti nama rimba seorang mapalawan atau mapalawati tanyain aja, mereka juga gak bakalan keberatan ngeluangin waktu mereka sebentar buat sekedar berdongen berbagi sejarah asal usul nama mereka hehee.