Jumat, 31 Januari 2014

Hutan Indonesia sedang sakit




Saya adalah seorang anak yang terlahir di kaki gunung Merbabu. Sebuah desa kecil yang memiliki udara dingin dan sejuk, itu yang saya rasakan semasa kecil. Sekarang sepertinya alam telah berubah, tempatku sudah tidak seperti dulu siang sungguh terasa terik sekali. Pemanasan global telah merubahnya.

Di  POLINES tempat saya menempuh pendidikan tinggi, saya mengikuti sebuah organisasi yang membawa saya selalu bergelut dengan alam. Disinilah saya mengetahui bahwa hutan di Indonesia sedang sakit.


Banyak sekali dampak yang kita rasakan atas sakitnya hutan ini, banjir salah satunya. Tanah tidak lagi mampu menyerap air hujan, hutan tidak mampu melaksanakan tugasnya. Tuhan telah mengingatkan kita melalui banjir yang semakin meluas di Indonesia. Pati dan Kudus yang sebelumnya tidak terkena banjir tahun ini mengalami kebanjiran.

Hutan tidak seperti manusia yang ketika sakit dapat dengan mudah kita bawa kerumah sakit dan memberikan penanganan darurat. Yang dapat kita lakukan adalah mulai melihatnya, mulai melindunginya, dan berusaha menyembuhkannya. Bukan masalah satu dua hari untuk menyembuhkan hutan, butuh bertahun tahun lamanya dan itu tidak akan di mulai ketika kita tidak memulainya dari sekaran. Untuk anak cucu kita, mari kita mulai  Protect Paradise melindungi hutan layaknya rumah kita.

 Gambar di ambil ketika kami menjelajah gunung Ungaran, Semarang
Ya Tuhan ijinkan anak cucu kami melihat hutan seperti yang kami lihat hari ini
ijinkan kami menjadi penyembuh hutan kami
tumbuhkanlah cinta akan alam kepada hati sodara sodara kami