Rabu, 02 April 2014

Caving membuatku rela tidak masuk gua

Berkubang dalam lumpur, menatap dalam kegelapan, udara pengap berbau guano, merangkak, memanjat saya suka semua itu.Semua yang saya dapatkan ketika memasuki gua. Kesukaan akan aktivitas ini membuat saya tidak pernah melewatkan kegiatan caving. Caving itu spesial, bahkan di dalam Al Quran juga di paparkan mengenai gua dalam surat Al Kahfi.

Dalam perjalanan ini kami memasuki gua Pledangan di daerah Kali Gesing Purworejo. Caving membawa kami berjalan dalam team;Ardiyanto sebagai regingman, Farisul sebagai asisten raging, Firman sebagai sweper, beberapa yang lain seperti Rosa, Dita, Bayu, Robin, Adiyansah sebagai player, sedangkan saya sendiri berjaga dimulut gua.

Dengan beberapa pertimbangan ahirnya saya putuskan untuk di atas saja, berbeda dengan sebelum sebelumnya. Dalam sebuah penjelajahan gua sangat di butuhkan team work yang bagus dan kesadaran saling menjaga satu sama lain. Aku harus memastikan kalo adik adik ku mampu melewati jalur yang dibuat oleh ragingman, dapat masuk dan kelura gua dengan aman. Cuaca yang terkadang tiba tiba hujan membuat saya stanbay untuk mengkomunikasikannya dengan team yang berada di dalam. Karena cuaca yang mendung, adiyansah dan bayu pada ahirnya harus menunda untuk masuk gua.


Singkat cerita baru kali ini saya melewatkan masuk gua, baru kali ini juga saya berjaga di atas gua, dan baru kali ini juga gua mengajariku akan rasa kelegowoan meninggalkan hal yang saya suka.

Saya banyak belajar dari caving, termasuk salah satunya merelakan tidak masuk gua dan berjaga di atas ( mulut gua ). Mengalah untuk tidak melakukan sesuatu yang kamu sukai dengan suatu alasan itu gak gampang hehee.


Keep spirit belajar dari alam, karena alam adalah guru yang paling tidak kenal ampun.