Sabtu, 12 Juli 2014

Apa yang caving berikan ke kami para caver

      1.          Fleksibilitas dan mampu menempatkan diri alias supel.
Sering menggunakan bermacam macam simpul denggan berbagai keperluan berbeda mengajarkan kami akan sikap fleksibel dan mampu menempatkan diri di berbagai kondisi yang berbeda. Ada masa dimana kami di tuntut untuk serius dan dimana kami bisa bercanda hehheee. kami punya independensi namun kami tidak saklek (kolot).

      2.     Punya jiwa Team Work.  
Dalam sebuah perjalanan atau ekspedisi kami harus berjalan dalam barisan, ada seorang regingman, asisten reging, pointer, shooter, deskripsion, sweper,  dll, kami terbiasa berbagi pekerjaan dan berusaha menjalankan tugas yang diemban dengan baik agar kami dapat memaksimalkan ekspedisi kami. Hal ini membuat kami terbiasa berkerja dalam kelompok.

3.     Mandiri dan tidak mengandalkan orang lain.
Berada ditengah tali yang menjuntai kebawah tanpa dasar, menuntut kami harus menguasai emosi dan teori. Ini membuat kami menjadi orang yang mandiri. Seorang caver tidak bisa mengandalkan orang lain ketika sudah didalam gua, dia harus membekali diri dengan latihan yang maksimal ketika akan melakukan sebuah ekspedisi. Hal ini memupuk seorang caver untuk menjadi pribadi yang mandiri dan tidak tergantung kepada orang lain.

4.     Saling menjaga satu sama lain.
Seseorang yang mempunyai hobby caving akan memiliki jiwa saling menjaga satu sama lain, hal ini di gambarkan ketika seorang palyer harus mengembalikan pading kembali ketempat semula ketika dia telah melewati jalur, hal ini dilakukan agar tidak terjadi friksi pada tali yang menyebabkan putusnya tali. Kesalahan kecil akan berdampak pada player yang ada dibelakangnya.

5.     Tidak egois dan memikirkan orang lain.
Seorang ragingman yang membuat jalur akan selalu memikirkan personilnya, jalur yang dia buat didesain sehingga membuat semua personilnya mampu melewatinya, bahkan ketika terjadi friksi pada jalur seorang ragingman rela kembali naik dan membenarkan jalur yang telah dia buat. Hal ini bukan perkara mudah karena pada awal awal sebuah penjelajahan gua seorang ragingman biasanya malas membenahi jalur yang kurang tepat, namun seiring bertambahnya jam terbang kesadaran ini akan semakin tertanam pada diri kami.

6.     Berpikir rasional kedepan.
Sebuah keadaan darurat ketika didalam perut bumi yang gelap, kami mulai dihadapkan kepada pilihan pilihan yang berat. Seperti hanya ketika terjadi sebuah kecelakaan di dalam gua kita dituntut untuk berpikir rasional dalam kondisi tertekan. Mengabil keputusan dengan kesadaran penuh akan dampak yang akan dihaapi dalam kondisi mental yang tertekan itu adalah hal yang kami pelajari dalam caving.

7.     Berani.
Sudah jelas seorang yang melakukan subuah penelusuran gua memiliki nyali yang besar, bagai mana tidak dia dihadapkan dalam kondisi gelap gulita dengan hanya bermodalkan penerangan memalui headlamp. Tidak tau kondisi apa yang akan dia temui, tidak tau medan apa yang akan dia hadapi. Namun seorang caver mampu melakukan perjalanan itu dan kembali kepermukaan bumi lagi.

8.     Sabar.
Membuat jalur, dan satu persatu mulai menuruni dalamnya perut bumi, itu butuh waktu yang lumayan. Setiap jalur dapat dilalui player berikutnya ketika jalur benar benar free. Ya pada ahirnya kita harus bersabar hehehe sampai semanya bisa masuk kedalam dan melakukan eksplor.
9.     Tangkas, efektif dan efisien.
Tangkas, efektif dan efisien seorang caver itu terlihat ketika dia melakukan ormet untuk pembuatan jalur, penentuan pemakaian intermediet ataupun defiasi dalam jaur, penentuan keputusan dalam pembagian job masing masing personil, serta penentuan alat alat yang akan dibawa, hal ini banyak mengajarkan hal hal positif kepada seorang caver.

10. Belajar untuk berguna bagi orang lain.
Seorang caver tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, dia juga memikirkan orang lain. Hal ini terlihat dari hasil yang di sajikan dalam bentuk sebuah catatan perjalanan, peta gua dan pendokumentasian jalur gua.