Sabtu, 20 September 2014

Lili You are nothing

Inilah awal cerita ketika seorang anak manusia suka dan jatuh cinta terhadap aktiftas mendaki gunung.

One upon a time.
Sore itu, seorang gadis unyu dan lincah menghampiri sebuah papan mading yang ada di jurusan akuntansi, dia melihat sebuah selebaran berisikan ajakan mendaki gunung bersama dalam acara fun hiking yang di adakan di gunung ungaran oleh sebuah organisasi pecinta alam kampusnya.

Ya, selebaran itu hanya jadi satu dari sekian yang dia bacanya di mading itu. Tidak ada ketertarikan untuk mengikutinya sama sekali, walaupun dia sempat mengikuti promo promo yang di adakan organisasi itu.  

Namun cerita berubah ketika dia mendengar hal hal negatif tentang kegiatan mendaki gunung, seperti halnya: ketika mendaki gunung itu pasti kebanyakan orang akan melewatkan sholatnya, ketika naik gunung itu cewek dan cowok akan berbaur jadi satu, dan bla bla bla masih banyak yang lainnya. Penggambaran negatif tentang kegiatan itu seolah sempurna sekali, hal ini justru membuat dia penasaran akan kegiatan itu, yang lebih menjadikan dia  penasarankan adalah kenapa orang itu bisa menjabarkan sejelas itu kejelekan kejelekan ketika mendaki gunung padahal dianya sendiri tidak pernah melakukan pendakian.

Ahirnya ikutlah dia menjadi salah satu dari sekian peserta Fun Hiking itu. walaupun notabenya dia tinggal di kaki gunung merbabu namun inilah pendakian gunung pertamanya.

Hahahaa naik gunung ternyata capek ya, batinnya dalam hati. Berjalan perlahan demi perlahan dalam kegelapan malam, senter tangan menjadi satu satunya penerang. Dia berjalam dalam rombongan, napasnya terenga ketika jalan menanjak dan dinginnya udara membuat oksigen menipis. Beberapa kali dia meminta ijin untuk berhenti sejenak dan mengambil nafas. Ya inilah naik gunung, CAPEK.

Dia tak tau persis jalan yang telah dia lalui, dengan adanya leader dia mengekor di belakangnya. Yang dia ketahui terkadang dia tak mampu menggapai pijakan di depannya, dan kemudian uluran tangan akan dia terima, atau sorakan semangat dari belakang ketika dia mulai kelelahan.

Langit mulai menampakkan cahaya indah ketika dia meggapai puncak. Dia hanya terdiam dan seolah mendengar Allah berkata “ LILI YOU ARE NOTHING” kamu itu gak ada apa apanya. Dan dia merasa betapa kecilnya dia di antara citaan Allah yang begitu Maha Dahsyatnya, dengan kunfayakun Allah mampu menciptakan keindahan yang dia lihat pagi itu. dia melayangkan pandangan kesekitar dan melihat beberapa pendaki lain yang sedang melakukan aktifitasnya seperti: ada yang memasak makanan, minuman, menghangatkan diri di api unggun dan ini hal yang menarik yang dia cari, dia melihat beberapa orang sedang melakukan shalat berjamaah. Dan pagi itu menjadi shalat subuh pertamanya di atas tanah tertinggi ungaran.


Merasa menjadi begitu kecil, itulah rasa yang begitu indah ketika mencapai puncak tanah tertinggi yang dia daki