Selasa, 31 Maret 2015

Catatan pengangguran

Apa yang lebih menakutkan dari datangnya April dengan status yang masih pengangguran

Wisuda awal selesai tugas ahir awal bukan berarti menjamin dapat kerja awal hahahhaa
Ya saya merasakan itu
Selesai sidang lebih awal dari yang lain dan saat ini masih nganggur Dari pada yang lain
Wisuda bulan September dan oh nooo ini udah bulan April...woy April woy dan lo (nunjuk diri di cermin) masih nganggur !!!

Mulut ini tersenyum ketika satu persatu sahabatku mulai menemukan jalan rezekinya
Dalam hati menangis "aku kapan"
Selama 6 bulan bukan berarti aku tak melakukan apa apa
Berjalan kesana kemari menjalani beberapa tes di perusahaan

Mantengin laptop ketika melek, nongkrong d web web penyedia lowongan kerja
Email sana sini berharap ada yang nyantol
Nanya kesetiap temen tentang peluang kerja d perusahaan mereka
Apel pak pos yang ganteng buat ngirim berkas lamaran
Dan April blum ada yang nyantol

Beberapa puisi terlahir dari masa kengangguranku
Mulai dari kata penyemangat diri sendiri sampai puisi frustasi
Dan sampai ahirnya aku menggoreskan tinta d blog ku yang ala kadarnya Dan tak berharap ada yang baca tentang semua ini

Melihat apa yang blum aku capai membuatku terasa begitu menyedihkan
Tapi melihat apa yang aku dapatkan membuatku kembali tersenyum
Apa yang membuat ku tidak bersukur atas semua ini :
  • Kesehatan ku, kesehatan keluargaku
  • Bisa bermain kemana saja
  • Bisa mendaki gunung dengan kau yang ada di hati
  • Tidur malam, bangun pagi tanpa perlu takut terlambat
  • Menghubungimu di sosmed kapan pun tanpa takut kerjaan gak kelar
  • Waktu longgar yang super longgar
  • Tidur siang di saat teriknya matahari, sedang yang lain sibuk bekerja
  • Makan kapan saja, tanpa memikirkan kantong kering karna belum gajian, iya orang makannya d rumah
  • Berkumpul dengan keluarga bercengkrama, disaat yang lain bahkan menghubungi keluarga saja tak bisa
  • Apa yang membuat ku tak bersukur ?


Hanya coretan pengangguran semata yang mulai menguatkan kembali kaki kaki nya yang mulai kehilangan tenaga menopang semua citanya